Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

26.1.13

Malam Mingguan


Bismillahirrohmanirrohim......

Engkau yang Maha  Kuasa, Pemilik seluruh alam, Pemilik diri ini, Hanya kepadaMu ku berserah diri
Tiada daya dan upaya melainkan atas pertolonganMu

Engkau yang Maha Kuat, ku memohon dikuatkan imanku, dikuatkan hatiku, istiqomahkan ketaatanku, dan bimbinglah langkah hidupku

Wahai Pemelihara langit, bumi, dan seisinya..., aku berlindung kepadaMu, dari bisikan syaitan, dari kenikmatan dunia yang dapat melalaikan, dari keburukan sifat manusia, dari murkaMu, dari fitnah kubur, dan dari siksa apa neraka

Ya robbii ya ilahii....
Tetapkanlah hatiku untuk bergantung hanya kepadaMu
Tumbuhkanlah...dan suburkanlah cinta di hatiku untukMu
Karena ku sadar......, Engkau menciptakanku tak lain adalah untuk beribadah kepadaMu, bersujud kepadaMu, bergantung hanya kepadaMu

Sadarkanlah diriku selalu, bahwa tujuan hidup ini tak lain adalah Engkau
Engkau yang menciptakanku, Kau yang menggenggam hidupku, Kau yang menentukan takdirku, Kau maha Tahu sedang aku tidak tahu, Kau yang Maha Tahu yang nyata dan yang tersembunyi, Kau yang Tahu yang terbaik untukku

Jika suatu kali...hajatku tak Kau perkenankan ..., Jika keinginanku dalam sesuatu hal tidak baik adanya bagi agamaku, bagi kehidupanku, dan bagi masa depanku. Maka jauhkanlah aku dari padanya, jauhkanlah hal itu dariku, serta tunjukkanlah aku kepada sesuatu yang lebih baik bagiku....dan buatlah aku ridho terhadapnya,.... anugerahkanlah kepadaku yang terbaik bagi akhirat dan duniaku

Ku serahkan segala urusanku hanya kepadaMu......
Karena ku sadar, bahwa semua yang ku inginkan, segala yang ku harapkan, semua yang ingin ku raih, adalah milikMu jua..... semua itu akan kembali kepadaMu, apa yang ku impikan akan kembali kepadaMu jua, selainMu akan mati, akan hilang tanpa arti

Maka...., sepatutnya, Engkau lah pemilik hati ini, milikMu lah cinta sejati, bukan kecenderungan duniawi..........


23.11.12

Tukang Cukur dan Eksistensi Allah

By: Apple

Si tukang cukur bilang, "Saya tidak percaya Allah itu ada."

"Kenapa kamu berkata begitu?" timpal si customer.

"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan... Untuk
menyadari bahwa Allah itu tidak ada.

Katakan kepadaku, jika Allah itu ada,

Adakah yang sakit?
Adakah anak terlantar?
Jika Allah ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.
Saya tidak dapat membayangkan Allah Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.

Si customer diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si customer pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar, gimbal, kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si customer balik ke tempat tukang cukur dan berkata, "Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."

Si tukang cukur tidak terima, "Kamu kok bisa bilang begitu?"
"Saya di sini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"

"Tidak!" elak si customer.
"Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang
dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana", si customer menambahkan.

"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!" Sanggah si tukang cukur.
"Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa
mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.

"Cocok!" kata si customer menyetujui. "Itulah point utama-nya! Sama dengan Allah, ALLAH ITU JUGA ADA! Tapi apa yang terjadi... Orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-Nya, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA.

18.9.12

Laa haula wa laa quwwata illaa billaah....



Pernahkah kalian,  seketika berhenti dr kesibukan, ….terhenti memikirkan segala urusan, ….tersentak diam merenung dan memikirkan sebuah pengandaian, ….terpaku pd suatu hayalan, ….terperangkap pada sebuah pikiran, membayangkan….jika Tuhan benar2 tidak menyediakan surga dan neraka sebagai balasan.

Bayangkan jika Tuhan memerintahkan kita untuk beribadah kepadaNya, namun tak menjanjikan kpd kita surga sebagai balasan. Dan bayangkan jika Dia melarang kita berbuat segala hal yg Dia tidak kehendaki tanpa mengancam dengan nerakaNya.

Bayangkan, seolah-olah…Tuhan berkata “sembahlah aku! Sujud kepadaku! Karena aku telah memberimu nikmat, memberimu rizki yg cukup, memberimu petunjuk jalan kebenaran demi kedamaian hidup. Dan jauhkanlah olehmu segala keburukan, perbuatan maksiat, zina, menyekutukanKu., karena kehidupanmu segalanya adalah milikKu”.,,,,, Namun, semua itu tanpa balasan. Yang jika kita patuh terhadap perintah Tuhanmu, maka tak ada surga sebagai balasan. Dan jika kita berbuat keburukan, maka Tuhamu tidak akan membalasnya dgn neraka.

Bayangkan jika demikian adanya…….,

Apakah kita masih tetap mendirikan shalat sebagai wujud ketundukan kita terhadap Sang Pencipta??

Apakah kita masih mau meninggalkan perbuatan maksiat dan sejenisnya, sementara yg kita tahu tak ada balasan buruk atas perbuatan2 tsb??

Sampai di mana ketulusan kita menghambakan diri kepada Allah Tuhan semesta alam??

Apakah kebaikan yg selama ini kita kerjakan hanya sebatas mengharapkan balasan surga yg Dia janjikan ????

Jika hanya surga yg kita harapkan, merasakah bahwa kita seolah-olah menuhankan surga. Selalu mendambakan perjumpaan dengannya, bukan dengan Tuhan kita.

Seberapa besar ketulusan kita beribadah menundukkan jiwa kepada Allah, memang hanya Allah yg tahu. Manusia tak ada yg mampu mengukurnya, bahkan mengukur kualitas dirinya sendiri sekalipun. Qolbu manusia terlalu dalam untuk diterka. Hanya Tuhan kita yg mampu menilai. Maka, rahasia makhluk tersimpan baik-baik oleh Tuhan. Rasa tulus, dan ikhlas, hanya Allah yg tahu.

Dan satu lagi..,

Pernahkah kau terpikir, jika kita terlahir dari bapak ibu yang yahudi, berada dalam keluarga non Islam,,.... adakah tergerak hati kita, dan apakah terlintas dalam benak kita, untuk mencari kebenaran yang hakiki,, mampu membandingkan kebenara Islam dengan ajaran agama yang sedang kita anut,,, ataukah hanya sekedar memandang bahwa ‘bagimu agamamu, bagiku agamaku’.

after write and read..
*istighfar sebanyak2nya -_-

31.7.11

Jika Surga & Neraka tak Pernah Ada


Pernahkah kalian,  seketika berhenti dr kesibukan, ….terhenti memikirkan segala urusan, ….tersentak diam merenung dan memikirkan sebuah pengandaian, ….terpaku pd suatu hayalan, ….terperangkap pada sebuah pikiran, membayangkan….jika Tuhan benar2 tidak menyediakan surga dan neraka sebagai balasan.

Bayangkan jika Tuhan memerintahkan kita untuk beribadah kepadaNya, namun tak menjanjikan kpd kita surga sebagai balasan. Dan bayangkan jika Dia melarang kita berbuat segala hal yg Dia tidak kehendaki tanpa mengancam dengan nerakaNya.

Bayangkan, seolah-olah…Tuhan berkata “sembahlah aku! Sujud kepadaku! Karena aku telah memberimu nikmat, memberimu rizki yg cukup, memberimu petunjuk jalan kebenaran demi kedamaian hidup. Dan jauhkanlah olehmu segala keburukan, perbuatan maksiat, zina, menyekutukanKu., karena kehidupanmu segalanya adalah milikKu”. Namun, semua itu tanpa balasan. Yang jika kitapatuh terhadap perintah Tuhanmu, maka tak ada surga sebagai balasan. Dan jika kita berbuat keburukan, maka Tuhamu tidak akan membalasnya dgn neraka.

Bayangkan jika demikian adanya…….,

Apakah kita masih tetap mendirikan shalat sebagai wujud ketundukan kita terhadap Sang Pencipta??
Apakah kita masih mau meninggalkan perbuatan maksiat dan sejenisnya, sementara yg kita tahu tak ada balasan buruk atas perbuatan2 tsb??

Sampai di mana ketulusan kita menghambakan diri kepada Allah Tuhan semesta alam??
Apakah kebaikan yg selama ini kita kerjakan hanya sebatas mengharapkan balasan surga yg Dia janjikan??
Jika hanya surga yg kita harapkan, merasakah bahwa kita seolah-olah menuhankan surga. Selalu mendambakan perjumpaan dengannya, bukan dengan Tuhan kita!?

Seberapa besar ketulusan kita beribadah menundukkan jiwa kepada Allah, memang hanya Allah yg tahu. Manusia tak ada yg mampu mengukurnya, bahkan mengukur kualitas dirinya sendiri sekalipun. Qolbu manusia terlalu dalam untuk diterka. Hanya Tuhan kita yg mampu menilai. Maka, rahasia makhluk tersimpan baik-baik oleh Tuhan. Rasa tulus, dan ikhlas, hanya Allah yg tahu.

*berhubung bingung mau kasih judul apa, jd judulnya kayak judul lagu religie'y alm. Krisye :D

28.8.10

10 WASIAT ALLAH UNTUK MANUSIA

Wasiat merupakan pesan yang wajib dijalankan, jika sebuah wasiat tidak dilaksanakan mungkin dapat berakibat tidak baik bagi orang-orang yang diberi wasiat tersebut. Allah SWT. telah menyampaikan wasiat melalui nabi Muhammad saw. untuk umat manusia sepanjang masa dalam surat Al-An’am ayat 151-153.

“Katakanlah (Muhammad), ‘Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu. Jangan menyekutukanNya dengan apapun, berbuat baik kepada ibu bapak, janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka, janganlah kamu mendekati perbuatan yang keji baik yang terlihat maupun yang tersembunyi, janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu mengerti.’ (Al-An’am : 151)

‘Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, sampai dia mencapai (usia) dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Apabila kamu berbicara, bicaralah sejujurnya, sekalipun dia kerabatmu dan penuhilah janji Allah. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu ingat.’ (Al-An’am : 152)

‘Dan sungguh, inilah jalanKu yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalanNya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.’” (Al-An’am : 153)

Jika dirinci satu per satu maka 10 wasiat tersebut di antaranya yaitu :

  1. Larangan melakukan SYIRIK
  2. Perintah BERBAKTI kepada orang tua
  3. Larangan MEMBUNUH ANAK karena miskin
  4. Perintah menjauhi MAKSIAT LAHIR BATIN
  5. Larangan MEMBUNUH jiwa yang diharamkan
  6. Perintah MENGELOLA HARTA ANAK YATIM dengan baik
  7. Perintah berlaku ADIL DALAM JUAL BELI
  8. Perintah berkata JUJUR kepada siapapun
  9. Perintah MENEPATI JANJI
  10. Perintah MENGIKUTI JALAN ALLAH yang lurus serta menjauhi jalan lain

27.8.10

Surat Cinta Untuk Para Wanita

Akan saya tunjukkan surat-surat untuk para wanita yang beriman di muka bumi ini. Surat yang telah disampaikan melalui orang yang paling istimewa sejagat raya alam semesta, beuhhh!!! So pasti pada tahu kan siapa orangnya, bukan babe kalian, bukan buyut kalian, bukan artis favorit kalian, apalagi saya sendiri :D

Hey…hey…siapa dia?!.... Dialah Rasulullah saw. yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. sebagai penyampai risalah karena sifat beliau yang amanah (artinya dapat dipercaya ibu2, *udah tau kyy).

Surat-surat yang disampaikan untuk kaum wanita ini merupakan SURAT CINTA dari Allah SWT. Surat cinta memang ditujukan untuk mengungkapkan rasa kasih dan cinta seseorang terhadap wanita yang ditujunya. Namun, berbeda dengan surat-surat cinta lainnya yang biasa disampaikan para lelaki (manusia) kepada wanita idamannya. Jika surat cinta datangnya dari lelaki (manusia) cenderung mengarah pada hasratnya untuk memiliki wanita yang dimaksud, maka surat cinta yang datang dari Allah SWT mengandung ungkapan cinta kasih secara tersirat, para wanita akan merasa tenteram dan selamat dunia dan akhirat. Asik kan?? Asik dong….!!

Mari kita langsung check them out, tetapi sebelumnya kita baca bacaan basmalah, “Bismillahi rohmani rohiim”

PERINTAH MENJAGA PANDANGAN UNTUK PEREMPUAN MU’MIN

“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali pada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak memiliki keinginan (terhadap perempuan), atau anak laki-laki yang belum menyerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung.” (An-Nur : 31)

PERINTAH BAGI WANITA MU’MIN UNTUK MENGULURKAN JILBAB KE SELURUH TUBUH

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mu’min, hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Al-Ahzab : 59)

PERILAKU ISTRI YANG SHALIHAH

“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang shaleh adalah mereka yang taat kepada Allah dan menjaga diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah menjaga mereka……” (An-Nisa : 34)

CONTOH WANITA YANG BERIMAN : ISTRI FIR’AUN DAN MARYAM

“Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir’aun, ketika dia berkata, ‘Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisiMu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.’ Dan Maryam puteri Imran yang memelihara kehormatannya, maka kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan Kami), dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitabNya, dan dia termasuk orang-orang yang taat.” (At-Tahrim : 11-12)

KETETAPAN DAN PERINTAH ALLAH BAGI ISTRI-ISTRI NABI

“Wahai istri-istri Nabi, barangsiapa di antara kamu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya azabNya akan dilipatgandakan dua kali lipat kepadanya, dan yang demikian itu mudah bagi Allah. Dan barangsiapa di antara kamu (istri-istri Nabi) tetap taat kepada Allah dan RasulNya dan mengerjakan kebajikan, niscaya Kami berikan pahala kepadanya dua kali lipat dan Kami sediakan rezeki yang mulia baginya. Wahai isteri-isteri Nabi, kamu tidak seperti perempuan-perempuan lain, jika kamu bertakwa, maka janganlah kamu tunduk (melemahlembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (Al-Ahzab : 30-32)

SURAT CINTA yang penuh dengan janji, dan janji Allah itu pasti, karena Ia bukanlah pengingkar janji. Semoga SURAT CINTA dari Allah teruntuk wanita-wanita mu’min ini dapat menggugahkan hati kita yang senantiasa membutuhkan cinta, kasih, dan sayang dari Tuhannya. amiin

8.2.10

Satu Kisah dari Rasulullah SAW.

Nabi Muhammad SAW. merupakan nabi terakhir sekaligus nabi seluruh umat sepanjang masa. Ia merupakan manusia istimewa yang dikasihi Allah SWT. Perjuangannya dalam menyebarkan agama Allah telah mempertaruhkan diri, jiwa, hati, dan pikirannya. Bahkan segala pemberian Allah untuknya, ia kembalikan dalam memperjuangkan agama yang telah diamanahkan kepadanya. Kepribadiannya yang memukau setiap makhluk yang berhadapan dengannya mampu mengubah dunia menjadi terang benderang dan menyejukkan hati bagai taman bunga yang terbasuh embun pagi.
Segala yang ada pada dirinya, tak selangkah pun menjadikan langit gelap. Setiap perkataan yang keluar dari mulutnya tak ada yg mubadzir bahkan mudhorot. Perilaku dan tindakannya bagaikan nasihat tanpa angin lalu. Taqrirnya atas segala hal merupakan perhatian beliau atas keselamatan umatnya. Beliau tak pernah sekalipun menaruh titik hitam di hatinya. Begitu teratur dan indahnya Ia menata hati sehingga tak ada sedikit pun keburukan melekat dalam dirinya, dan hal itu berlaku untuk seluruh makhluk di dunia.
Telah dikisahkan, bahwa suatu hari Rasulullah SAW. kedatangan seorang Badui, maka berlangsunglah percakapan antara keduanya. “wahai Rasulullah, aku pernah mengatakan kpd kaum di desaku yang telah masuk Islam, bahwa jika mereka ingin masuk Islam, mereka pasti akan mendapatkan rezeki yang berlimpah ruah. Saat ini mereka dalam keadaan kelaparan. Aku takut jika mereka keluar dari Islam, sebagaimana mereka masuk Islam dengan satu tujuan. Aku khawatir mereka akan keluar Islam juga dengan satu tujuan, yaitu masalah makanan. Oleh sebab itu, jika engkau bersedia menolong mereka, maka aku bersedia membawanya.”
Setelah mendengar penuturan lelaki itu, Rasulullah menoleh kepada Ali bin Abu Thalib di sampingnya. “ya Rasul, mereka tidak memiliki makanan sedikit pun,” kata Ali. Maka saat itu juga datang seseorang yang menawarkan kurma, dan berkata lelaki itu, “hai, Muhammad, maukah engkau berhutang kurma dengan pembayaran beberapa waktu?” Nabi setuju dengan tawaran tersebut. Kemudian kurma itu langsung dibawa kepada orang yang membutuhkan makanan. Beberapa hari sebelum jatuh tempo pembayaran, lelaki itu datang kepada Rasulullah untuk menagih. “hai Muhammad, bayarlah hutangmu! Demi Allah, aku lihat semua Nabi Abdul Muthalib itu suka menunda pembayaran hutang!” kata lelaki itu sambil menarik keras baju dan sorban beliau. Melihat kejadian itu, Umar Bin Khatab berkata dg nada marah, “hai musuh Allah! Begitu beraninya kamu berbuat dan memaki Nabi seperti itu. Jika tidak dilarang, aku pasti akan membunuhmu!”
Nabi menenangkan Umar dan berkata kepadanya, “wahai Umar, bayarlah hutangku padanya dan tambahkan dua puluh gantang kurma sebagai ganti ancamanmu padanya tadi”. Umar menuruti perintah Rasulullah. “hai Umar, tahukah kau siapa aku sebenarnya?” tanya lelaki itu. “Aku tidak tahu” jawab Umar dengan penuh keheranan. “Aku adalah Zaid bin San’ah, pendeta Yahudi”. “Mengapa engkau berbuat demikian terhadap Rasullullah?” tanya Umar. “wahai Umar, ketika aku melihat wajah Rasulullah, aku lihat tanda kenabian di wajah beliau kecuali dua perkara saja yang belum aku buktikan, yaitu kesabaran dan ketinggian budi beliau. Setelah aku buktikan kedua sifat itu, maka kini saksikanlah olehmu bahwa aku masuk Islam, dan saksikan juga bahwa separuh dari hartaku aku sedekahkan pada kaum Muslimin,” tegas Zaid bin San’ah.
Begitulah kecakapan hati Rasulullah. Kepribadiannya tak pernah tercoreng di mata manusia, bahkan di mata kaum Yahudi sekalipun. Sebaliknya, sikap luhur nan lembut beliau mampu menggetarkan hati orang Yahudi hingga dirinya ridho mengabdi pada agama Allah SWT.
Semoga sifat Rasulullah terpatri pada diri umatnya hingga akhir zaman. Amin.