Tampilkan postingan dengan label Essay. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Essay. Tampilkan semua postingan

18.9.12

Komoditas Pertanian Membantu Memulihkan Perekonomian Negara



Indonesia dipandang sebagai negara agraris karena memang sejak dulu memiliki kekayaan sumberdaya alam serta tingginya keanekaragaman jenis makhluk hidup. Lahan pertanian yang membentang, hutan di berbagai pulau dan daerah, serta perairan yang luas, yang menunjukkan bahwa negara ini memiliki potensi alam yang sangat baik. Selain itu, letak geografis dan iklim Indonesia mendukung tingkat kesuburan dan kesesuaian kondisi/lingkungan yang menyebabkan tingginya keanekaragaman hayati jenis-jenis makhluk hidup yang ada di dalamnya.  
Banyak hal yang dapat menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu dikembangkan potensi alamnya, di antaranya yaitu luasnya wilayah perkebunan. Komoditi perkebunan memiliki peran penting dalam perekonomian negara. Hal ini dirasakan karena semakin menurunnya sumbangan minyak dan gas (migas) terhadap devisa negara. Perkebunan kelapa sawit tersedia di berbagai daerah Indonesia seperti Papua, Sumatera, dan Kalimantan. Berdasarkan data dari kajian akademis yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air, Kementerian Pertanian pada tahun 2006, total luas daratan Indonesia adalah sebesar 192 juta ha, dan yang berpotensi untuk areal pertanian seluas 101 juta ha. Dari data PT Sinar Mas, pada tahun 2011, Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Produksi crude palm oil (CPO) Indonesia adalah 25,2 juta ton, sedangkan Malaysia, yang menduduki peringkat kedua hanya menghasilkan 18,8 juta ton. Menurut Dorab Mistry dari Godrej International Ltd. produksi CPO Indonesia pada 2012 diperkirakan meningkat 1-1,4 juta.
Selain itu, siaran pers dari RSPO memaparkan bahwa produksi minyak kelapa sawit Indonesia yang berlabel RPSO (Roundtable on Sustainable Palm Oil Trademark) atau produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan atau ramah lingkungan menempati urutan ke dua dengan total produksi 35 persen dari pasokan global saat ini, meskipun urutan pertama dipegang Malaysia dengan total produksi 54 persen. Tingginya tingkat produksi kelapa sawit Indonesia berpotensi untuk meningkatkan nilai ekspor ke negara-negara importir, karena kebutuhan akan bahan baku kelapa sawit sangat tinggi, seperti minyak, sabun, kosmetik, dsb. Pasar terbesar kelapa sawit Indonesia adalah negara kincir angin, Belanda.
Selain kelapa sawit, komoditi karet juga berpotensi hasil yang mampu memproduksi produk-produk penting. Kebutuhan konsumen akan produk berbahan baku karet mendorong produsen untuk memenuhi permintaan pasar lokal maupun internasional. Karet merupakan komoditi ekspor andalan kedua setelah kelapa sawit (CPO), dan Indonesia merupakan negara pengekspor karet terbesar kedua setelah Thailand. Dengan posisi seperti ini Indonesia memiliki prospek ke depan yang sangat cerah dalam mendominasi pasar dunia, karena memang negara ini memiliki luas lahan karet terbesar di dunia, yaitu seluas 3,4 juta ha (Direktorat Jendral Perkebunan 2011). Indonesia masih memiliki kesempatan untuk terus meningkatkan produksi dan jumlah ekspor karet karena pangsa pasar yang sangat baik.
Komoditi perkebunan lainnya, yang mampu berkontribusi kepada perekonomian negara selain kelapa sawit dan karet yaitu kopi. Diyakini bahwa kopi di Indonesia merupakan kopi ternikmat dan paling khas, bahkan produksinya menjadi terbesar ke empat di dunia. Indonesia dikaruniai letak geografis yang sangat baik dan cocok bagi pertumbuhan tanaman kopi, sehingga produksi kopi mampu ditingkatkan terus seiring dengan permintaan pasar lokal bahkan dunia. Berdasarkan catatan Kementerian Perdagangan, ekspor kopi Indonesia ke AS terus menunjukkan peningkatan. Total ekspor kopi pada tahun 2011 mencapai 326 juta dollar AS, hal ini menunjukkan kenaikan sekitar 38 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, pada Januari 2012, ekspor kopi nasional telah mencapai 33,3 juta dollar AS, atau meningkat 68 persen dibanding periode yang sama pada 2011 yaitu 19,8 juta Dollar.
Selain komoditi perkebunan yang memiliki potensi menyumbang kepada devisa negara, terdapat suatu sistem pertanian hidroponik yang dapat memproduksi kebutuhan pangan secara intensif. Sistem hidroponik mampu menghasilkan tanaman sayuran dan buah dalam jumlah yang cukup besar, karena dapat dilakukan di manapun, greenhouse, ruang tertutup, bahkan gedung bertingkat sekalipun. Dengan sistem hidroponik seperti ini, pertumbuhan tanaman tidak tergantung pada cuaca serta tidak membutuhkan pengolahan media tanam yang berat, sehingga produksinya dapat dilakukan sepanjang tahun, serta sebagai jawaban masalah keterbatasan lahan budidaya yang semakin berkurang. Selain itu, tanaman hasil hidroponik lebih sehat dibandingkan dengan sistem pertanian konvensional pada umumnya sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Sistem ini sudah banyak dikenal negara-negara maju. Bahkan, permintaan pasar yang tinggi seperti Malaysia dan Singapura memberikan peluang kepada Indonesia untuk terus mengembangkan sistem-sistem budidaya tanaman seperti hidroponik ini.
Selain komoditi-komoditi yang telah disebutkan, masih terdapat banyak komoditi pertanian yang memiliki potensi produksi secara meluas untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri. Mulai dari tanaman yang telah dibudidayakan secara intensif hingga tanaman-tanaman yang belum mendapatkan perhatian karena belum diketahui manfaatnya, untuk dilakukan pengembangan produksinya dalam program pencanangan bahan baku alternatif karena adanya ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan pasar.
Dengan mengembangakan potensi produksi komoditi-komoditi pertanian, secara perlahan dan berangsur kita dapat menyumbang devisa negara dengan memanfaatkan produk dalam negri dan mengurangi kegiatan impor, serta terus meningkatkan jumlah ekspor. Kemajuan teknologi dan sumberdaya manusia yang tidak sedikit membuka peluang bagi Indonesia untuk terus optimis dalam membantu memulihkan perekonomia negara, tentunya dengan dukungan dan respon yang bijak dari pihak pemerintah sendiri serta menuju Indonesia yang mandiri.

27.6.12

Menerapkan Hari Lingkungan Hidup Sepanjang Hari

Hari lingkungan hidup menjadi momen untuk menunjukkan kepedulian terhadap eksistensi lingkungan yang ada di sekitar kita dalam rangka mewujudkan lingkungan dengan kriteria lingkungan hidup yang baik.  Lingkungan hidup merupakan tempat atau kawasan dengan luasan tertentu yang di dalamnya terdapat unsur-unsur hidup (manusia, hewan, dan tumbuhan) dan tak hidup (tanah, udara, air, dsb.). Kriteria lingkungan hidup yang baik di antaranya yaitu bersih dari limbah (limbah air, limbah udara, limbah tanah, dll), penggunaan lahan sesuai fungsinya, tata letak/landscape yang baik, dan lain sebagainya.

 Hari lingkungan hidup biasa dirayakan setahun sekali dengan event yang bermacam-macam, seperti kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar, menerapkan one man one tree, jalan pagi, penyuluhan, dan sebagainya. Namun, diadakannya hal-hal tersebut pada intinya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan pentingnya lingkungan yang bersih, nyaman, dan indah. Lingkungan hidup harus memenuhi syarat untuk di jadikan kawasan tempat tinggal baik bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan, serta layak untuk tempat berlangsungnya interaksi sosial.

Kita dapat menjaga lingkungan hidup yang sehat dengan tetap memperhatikan kebersihan, bahkan mendayagunakan limbah anorganik menjadi barang daur ulang yang bernilai ekonomis, memanfaatkan sampah organik sebagai pupuk organik/kompos, serta berbagai upaya lainnya yang dapat meminimalisir jumlah sampah di TPA. Selain itu, juga perlu dilakukan upaya go green di lingkungan sekitar dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong dan memelihara tumbuh-tumbuhan tersebut sebagai paru-paru lingkungan. Terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menghijaukan lingkungan meskipun tidak ada lagi lahan kosong yang dapat ditanamani tumbuhan, seperti yang paling sederhana adalah tanaman dalam pot, sistem tanam vertikal, maupun plants roof system.

Menjaga lingkungan hidup seyogyanya tidak hanya dilakukan pada saat memperingati hari lingkungan hidup saja, tetapi kita dapat memeliharanya sepanjang hari dengan memulainya dari hal kecil seperti tidak mencemarkan lingkungan. Pencemaran lingkungan tidak hanya yang berasal dari  limbah manusia, tetapi juga dari asap kendaraan yang dapat mencemari udara. Udara yang tercemar dapat mengganggu kesehatan serta merusak ekosistem di lingkungan tersebut, bahkan dampak yang lebih besarnya yaitu dapat merusak lapisan ozon.
Untuk itu, kewajiban bagi kita dalam memperhatikan dan memelihara lingkungan untuk mewujudkan ekosistem yang seimbang serta lingkungan hidup yang harmonis.