Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

4.5.11

yakinkan aku Tuhan....


ku pastikan….,
tak ada yang ku sesali atas segala yang telah terjadi
inginku, pintaku, bahkan impianku
segala yang terlewat,yang kandas, bahkan yg tak sampai sekalipun
rasa sakit ataupun kecewa ku mengerti semua merasakan
ku yakinkan….,
tak semua asa manusia didekatkan Tuhan,
namun Dia lebih mengerti segala kebaikan
dan selalu ku yakinkan…,
denah hidupku telah di tentukan di Lauhil mahfuz-Nya
tak bisa diprotes, tak perlu ditawar, karena semua adalah kebaikan
hanya manusia diberikan tempat yang leluasa, untuk memilih,
memilih atas akal dan imannya, dengan caranya sendiri

Bagaimana ku memandang cara Tuhan membimbingku!
ku pastikan….,
Ia selalu memberi, dengan tempat dan waktu yang berbeda,…
namun maksud kami, aku dan Tuhanku, sama
di kala Ia tak menyetujui anganku, namun ku yakinkan,…
bahwa Ia Maha Tahu atas keangkuhan yang akan mendekatiku,
Ia Maha Melihat atas keburukan pada jalan yang ingin ku daki
Ia Maha Mengetahui atas segala perubahan yang akan terjadi

ku yakinkan….,
Tuhanku berkata, “hidupmu milik-Ku”
seketika itu ku sadarkan,…
bahwa langit bumi alam semesta bergerak pun atas kuasaNya
dan sekali lagi ku pastikan,…
manusia hanya memilih, namun Tuhan lebih Tahu
maka, mintalah pengetahuan dari-Nya
dan Ia akan memberikan itu, jika kita berbaik hati

kadang ku berpikir,….
mengapa Tuhan tak memberikan petunjuk saja tanpa memberikan pilihan
sejenak ku bayangkan,…
jika itu terjadi, maka semua akan meninggalkan-Nya,…
karena sudah tak ada lagi yang perlu diminta, …
tak ada lagi yg perlu dikembalikan
itulah cara Tuhan membuat manusianya mendekati-Nya
cara-Nya yang membuat kita selalu menagih dan kembali
sebab manusia selalu butuh pertolongan, karena kita tak pernah tahu

aku hanya ingin Kau tahu, Tuhan….
bahwa ku selalu ingin mencintai-Mu melebihi impianku,
melebihi ujian yang Kau berikan, melebihi rasa sakit dan kecewa padaku
dengan begitu, ku tak lagi memiliki kepahitan dalam hidup
membuatku selalu tersenyum karena selalu mengingat-Mu J

13.3.11

OMG !

Cinta…

Kau ku sambut dengan kebaikan hati

Entah siapa yang mengirim pesan cinta ini,

Namun ku tanya kembali kepada Pemilik hati

Ooh…, betapa mata hati ini merunduk menyaksikan jiwa yang agung

Rasa ingin mendekap, tapi tangan seperti tak sanggup menggapai

Sang Pemilik jiwa menaungi dengan rahmatNya

Ia pun tak peduli dengan suara angin yang menyampaikan cintaku padanya

Hanya untuk dipersembahkan kepada Penjaga hatinya

Lalu, ku biarkan cinta hidup tanpa mulut, ku biarkan ia membisu

Seperti mengharapkan ridho Ilahi, memberi kasih tanpa pamrih

Akan ku pegang, hingga Tuhan memintanya kembali

Ohh Tuhan…,

Apakah yang kau buat terhadap hatiku

Jika ini amanah yang Kau embankan untuk ku jalankan,

Maka berilah kekuatanMu pada ku, untuk mendampingiku kala aku merasa letih saat berjalan, menuju Engkau sambil membawa cinta yang akan ku kembalikan kepadaMu

Jika cinta itu bukanlah untukku, maka jangan Kau biarkan ia tetap bersemi pada hati yang tak mempunyai daya, jangan Kau biarkan setan-setan menggoda, jangan Kau biarkan hati ini berzina

Wahai jiwa yang khusu’

Kau berhasil menegunkan hatiku hingga membisu

Hingga diacuhkan olehmu pun membuatku meminta belas kasih kepada Tuhan

Tahu kah engkau…

Dicintai olehmu, merupakan suatu kemuliaan

Namun, aku tak ingin kemuliaanmu hancur hanya karena ku paksa untuk memuliakanku

Aku akan tetap mencintaimu, hingga Tuhan mencabut rasa cinta ini dari hatiku, atau hingga Ia mencabut nyawa dari jasadku

Ya Tuhan…,

Hanya Engkau yang tahu takaran cintaku kepadanya

Seberapa besar cintaku padanya, tentu lebih besar cintaMu padanya, maka beri aku pengertian untuk membiarkan ia lebih mencintaiMu