Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

11.11.10

Alasan Menjadi Vegetarian

Menjadi seorang vegetarian merupakan salah satu hal untuk menjalani pola hidup sehat. Pelaku vegetarian akan merasakan begitu banyak manfaat dari hasil konsumsi sayuran-sayuran segar. Sudah banyak hasil penelitian yang menyebutkan kebaikan atau keuntungan menjadi vegetarian. Untuk itu, jangan ragu untuk menjalani pola makan vegetarian. Aturlah komposisis hidangan secara seksama, dan dapatkan tubuh sehat dan langsing. Beberapa manfaat atau keuntungan menjadi vegetarian di antaranya :

Umur Anda lebih panjang

China health project menemukan bahwa orang-orang Cina yang memakan lemak hewani paling sedikit, memiliki risisko paling kecil mengidap kanke., penyakit jantung, dan penyakit degenerative kronis lain seperti kencing manis. Penelitian lain dilakukan di Inggris selama 12 tahun, melibatkan 6000 vegetarian dan 5000 pemakan daging. Hasilnya, pelaku vegetarian yang meninggal karena kanker 40% lebih rendah daripada pemakan daging, sedangkan yang meninggal karena penyakit lain 20% lebih rendah.

2. Menjaga kesehatan jantung

Kematian akibat penyakit jantung semakin meningkat. Bahkan , dinegara kita, Indonesia, penyakit jantung sudah menjadi pembunuh nomor satu. Hal ini disebabkan antara lain karena pola makan yang salah, meningkatnya kolesterol darah, kurang gerak badan, dan stres.

3. Jauh dari ancaman kanker

the national cancer institute mengatakan wanita yang setiap hari menyantap daging berpeluang empat kali lebih besar terkena kanker payudara dibandingkan yang tidak makan daging setiap hari. Sebaliknya, risisko mengidap kanker pada wanita yang melahap sayuran setiap hari berkurang 20-30%. Studi lain yang dilakukan di Jerman menyimpulkan sistem kekebalan tubuh kaum vegetarian lebih efektif membunuh sel tumor daripada sistem kekebalan para pemakan daging. Sayur mayur melindungi mereka dari kanker prostat, kanker usus besar, dan kanker kulit.

4. Tubuh menjadi langsing

Pada umumnya pelaku vegetarian memiliki tubuh lebih langsing daripada pemakan daging. Alasannya, sayuran yang kaya protein seperti taoge, kacang merah segar, bayam merah, daun kacang panjang mengandung lemak dan kalori lebih rendah daripada standar dari diet. Tak heran jika pelaku vegetarian jarang terserang penyakit yang berhubungan dengan kelebihan berat badan seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes mellitus.

5. Timbunan racun dalam tubuh akan terkuras

Tidak makan daging membantu membersihkan timbunan racun dalam tubuh, yang dapat menimbulkan penyakit. Contohnya polusi lingkungan maupun bahan tambahan makanan (food additives) seperti zat pengawet, zat pewarna, pemanis sintetis, dll.

6. Tulang semakin kokoh

Kelebihan protein mengganggu penyerapan dan retansi kalsium, sehingga mendorong tubuh menguras kalsium yang dapat mengakibatkan penyakit rapuh tulang (osteoporosis). Protein hewani menyebabkan darah bersifat asam. Guna mengimbangi keadaan tersebut, tubuh mencuri simpanan kalsium dalam tulang. Pengurangan simpanan kalsium tulang menjadikan kepadatan tulang berkurang sehingga tulang menjadi rapuh.

7. Selalu lancar ‘ke belakang’

Mengonsumsi banyak sayuran berarti mengonsumsi banyak serat yang berfungsi untuk membantu mendorong sampah makanan keluar dari tubuh. Hasil penelitian di AS menyimpulkan bahwa serat jarang mengalami sembelit, penyakit wasir, dan gangguan usus.

8. Tidak menderita sakit punggung

Sakit punggung dapat disebabkan karena adanya gangguan pada pembuluh arteri. Dengan mengonsumsi makanan nabati, pembuluh arteri menjadi bersih dari endapan kolesterol. Kelebihan kolesterol mengakibatkan penyumbatan yang dapat menimbulkan penyakit stroke dan serangan jantung koroner. Dengan demikian, mengonsumsi makanan yang berasal dari tumbuhan dapat mempertahankan kesehatan punggung Anda.

(Sumber : Nirmala, 2008)

Pola Makan Berdasarkan Golongan Darah

Setiap orang memiliki pola makan yang berbeda-beda, dan hal itu tergantung pada selera masing-masing induvidu. Dalam hal memilih makanan, terkadang orang meras akan efek yang berbeda-beda dari kasil konsumsi makanan yang mereka makanan meskipun jenis dan jumlahnya sama. Hal tersebut dapat terjadi karena setiap orang memiliki perbedaan dalam hal kecocokan makanan dengan sistem pencernaannya.

Contohnya seperti, dua anak remaja perempuan yang umurnya sama apabila dalam seminggu mereka mengonsumsi makanan yang jenis dan jumlahnya sama maka pertambahan berat badannya bisa tidak sama. Hal itu disebabkan karena salah satu faktor yang ada dalam diri mereka. Dalam hal ini dibedakan pola makan berdasarkan golongan darah.

Golongan darah A

Untuk menjaga kesehatan tubuh dan tetap terlihat awet muda, Anda harus

mengenali karakter dasar kesehatan Anda. Ketidakseimbangan sistem kekebalan tubuh dan timbunan racun radikal bebas dapat mengganggu kesehatan tubuh. Untuk mencegah penunpukan radikal bebas, terapkan pola makan alami dan serba nabati (vegetarian). Batasi ikan dan daging unggas, hindari daging ternak seperti daging sapid dan daging ayam ras. Sistem pencernaan orang bergolongan darah A kurang mampu memproduksi fosfatase alkalin dan asam hidroklorat, yang membuat tubuh sulit mencerna makanan hewani, khususnya daging. Bila pola makan tidak diatur dengan baik, Anda rawan menderita keropos tulang.

Golongan darah AB

Rendahnya kemampuan tubuh pemilik golongan darah AB untuk menghasilkan enzim fosfatase alkalin memicu tingginya ancaman keropos tulang (bahkan paling tinggi di antara pemilik golongan darah lainnya). Seperti halnya pemilik golongan darah A, tubuh Anda rentan pada gangguan penyempiitan/penyumbatan pembuluh darah, dan penyakit yang akan timbul yaitu stroke dan serangan jantung.

Golongan darah O

Pemilik golongan darah O dikaruniai sistem pencernaan yang mampu menghasilkan enzim pencernaan protein hewani, yakni fosfatase alkalin dan asam hidroklorat secara melimpah. Dengan demikian, kemampuan tubuhnya mencerna makanan hewani lebih baik. Tetapi perlu diingat bahwa asupan makanan hewani yang dikonsumsi tersebut harus dipilih yang rendah lemak dan disantap dengan makanan sehat lainnya yang berserat tinggi. Makanan hasil olahan tepung terigu sebaiknya dihindari. Sebaliknya, konsumsi sayur dan buah segar justru wajib dikonsumsi sebanyak-banyaknya.

Golongan darah B

Seperti pemilik golongan darah O, sistem pencernaan pemilik golongan darah B mampu memproduksi fosfatase alkalin penncerna hewani secara berlimpah. Namun, setelah usia pertengahan (35-40 tahun), produksi fosfatase mulai menurun. Bila tidak berhati-hati dengan pola makan, proses penuaan bisa berlangsung lebih cepat. Tubuh Anda akan lambat mengalami proses penuaan bila kombinasi makanan Anda seimbang antara daging, ikan, susu (terutama susu fermentasi), buah-buahan segar, dan sayur mayor.

(Sumber : Nirmala, 2008)