6.7.15

Inisiasi Tanaman Sungkai

Sungkai adalah tanaman kayu yang sering dimanfaatkan sebagai bahan pokok produk-produk kayu seperti lemari, meja, bangku, dipan, daun puntu dll. Kebutuhan produksi yang terus berlangsung tersebut menuntut  bahan pokoknya untuk terus berproduksi demi memenuhi permintaan industri. Sementara, tanaman kayu tersebut tidak mudah dibudidayakan secara cepat dan banyak dalam waktu yang relative cepat  melalui budidaya konvensional.

Sebagai alternative yang lebih baik untuk perbanyakan sumber bibit, dapat dilakukan perbanyakan melalui kultur jaringan. Karena dengan kultur jaringan, dapat menghasilkan bibit-bibit yang lebih banyak dan relative lebih cepat, serta bibit yang sehat bebas penyakit/virus.

Namun dalam pelaksanaannya, proses perbanyakan melalui kultur jaringan akan menghadapi tantangan yang cukup rumit pada proses awal, yaitu proses inisiasi.

Dalam kultur jaringan, proses inisiasi merupakan proses yang paling sulit. Kegiatannya yaitu memindahkan eksplan (bahan tanam) dari ruang terbuka ke dalam ruang aseptic, yang terdiri dari proses sterilisasi eksplan hingga inokulasi (penanaman).

Berbagai prosedur sterilisasi eksplan pada tiap jenis tanaman telah dilakukan oleh para praktisi kultur jaringan, dan dapat menghasilkan respon yang berbeda-beda. Pada jenis tanaman kayu seperti sungkai harus diberi perlakuan khusus dengan modifikasi prosedur dan bahan sterilan dengan tepat.

Percobaan inisiasi yang telah saya lakukan yaitu
-     Perendaman  deterjen 1 gr/ 100 ml
-     Perendaman fungisida 0.2 gr/ 100 ml, 2 kali
-     Perendaman bakterisida 0.2 gr/ 100 ml
-     Perendaman asam sitrat 0.4 gr/ 100 ml
-     Perendaman antibiotic + asam sitrat 0.2 gr/ 100 ml
-     perendaman larutan klorok 7%, 5% dan 3 %
-     bilas air steril 3 kali


Pada percobaan inisiasi tersebut, hanya 8% (2 dari 24 plantlet) yang menghasilkan plantlet yang steril dan tetap hijau, 8%kontaminasi  cendawan dan 84% browning.

Pada percobaan selanjutnya, saya memberikan perlakuan yang berbeda untuk tahap sterilisasi. Berikut tahap sterilisasinya

- Perendaman deterjen 1 gr/ 100 ml
- perendaman asam sitrat
- dialiri air
- perendaman fungisida 200 mg/ 100 ml, 2 kali
- perendaman bakterisida 200 mg/ 100 ml, 2 kali
- perendaman antibiotic
- perendaman larutan klorok 5%, 3%, dan 1.5%

Dari percobaan kedua, eksplan sungkai yang tetap hijau sebanyak 13% (4 dari 31 eksplan), 13% kontaminasi cendawan,  dan 74% browning.




Evaluasi dalam inisiasi tanaman sungkai masih perlu dilakukan, hingga menemukan formulasi pencegahan kontaminasi, browning, dan mati nya eksplan.



10.8.14

Kartun Sejagad (Inspirator)

Gara-gara blogwalking  yang berawal dari searching via google dengan keywors “karya film upin ipin” saya menemukan satu artikel yang berjudul “Upin dan Ipin, bisa menghancurkan bangsa Indonesia”.

Mungkin teman-teman ada yang berpendapat ini ‘sudah basi’, ‘berita lama’. Namun kenyataannya ternyata masih ada yang mengungkit-ungkit ‘hal ini’. Dan bagi saya ‘tak ada kata terlambat untuk menulis’ xD

Dari judulnya yang menurut saya hiperbola, tentu saya sebagai manusia yang memiliki naluri penasaran  membuka tautan tersebut. Hanya ada dua paragraf, dan perkiraan saya tidak lebih dari 100 kata.

Apakah isi artikel tersebut perlu saya kutip di sini?
Saya rasa tidak perlu, karena saya yakin teman-teman lebih cerdas dengan searching sendiri via se (search engine) dengan keywords judul artikel tersebut :D.

Artikel yang dipost-kan pada tahun 2010 itu, menyebutkan bahwa pada salah satu episode film animasi tersebut menampilakn lagu “Rasa Sayange” versi Malaysia. Mereka mengkhawatirkan jika seandainya anak-anak Indonesia lebih hapal dengan lagu tersebut dengan versi Malaysia daripada lagu aslinya.

Menurut saya tulisan tersebut diarahkan pada urusan politik, yang sebenarnya mungkin hanya urusan budaya. Mengapa harus dipermasalahkan ke arah sana, padahal bukankah ini menyangkut pendidikan anak??

Film animasi yang (kata KOMPAS) terkenal di 17 negara itu saya akui memang bagus, mencontohkan sikap anak-anak yang baik, santun dan ceria sesuai usianya. Selain itu, film tersebut menunjukkan norma-norma pendidikan yang bagus seperti keberanian, kerajinan, kecerdikan, persahabatan, kesederhanaan dan kebijaksanaan. Jika teman-teman termasuk penonton setia upin ipin pasti akan terbayang salah satu tingkah pelakon kartun tersebut, di antaranya yaitu sikap upin ipin dan teman-temannya yang berani mengajukan pertanyaan dan jawaban kepada cikgu ketika sedang belajar di kelas, bercerita tentang cita-cita mereka di depan kelas, “kita orang nak jadi astronot cikgu...” ucap upin dan ipin saat bicara di depan kelas.

Bahkan Fizi yang ketika itu mengatakan ingin jadi petugas kebersihan (bahasa kasarnya: tukang angkut sampah), sang cikgu pun menyampaikan kehebatan Fizi dan menjelaskan kepada murid-murid bahwa semua pekerjaan adalah baik selama membawa manfaat kepada orang lain. Tutur kata cikgu yang lembut dan bijak tersebut membuat kagum murid-murid dan tidak menayangkan sikap saling mengejek.

apakah teman-teman ingat dengan episode ini?

Sikap rajin yang dapat dicontohkan dalam film tersebut juga dapat ditunjukkan oleh Ismail bin Mail, alias Mail. Anak laki-laki yang rajin membantu mamaknya berjualan ayam goreng, dua seringgit :D. Dan juga Mei mei si gadis kecil keturunan cina yang rajin belajar dan terlihat paling pandai karena bercita-cita nak jadi cikgu pula. Saya suka...saya suka... ^^

Masih banyak cerita bagus dan menggemaskan dari film tersebut, karena saya sendiri penikmat film Upin Ipin ;) :D . bahkan saya menilai sendiri bahwa pencipta film animasi itu sepertinya memang sangat mengetahui dunia anak-anak.


Dari sini muncul pertanyaan, dalam penayangan film tersebut apakah masih perlu mendahulukan kepentingan politik ?? (politik yang dalam hal ini diartikan sebagai pelaksanaan kebijakan publik). Ataukah lebih penting mengutamakan pendidikan?

Kalau boleh berpendapat, mengenai reaksi dan kritikan tentang film upin ipin yang dinilai sebagian orang dapat menghancurkan bangsa Indonesia, tidak perlu dibesar-besarkan. Mungkin memang akibat dari kalimat seorang penulis yang dapat membuat para pembaca menjadi terprovokasi dsb., hal yang sebenarnya bisa diatasi sendiri justru dianggap masalah besar.

Boleh lah mengenai lagu “Rasa Sayange” yang disadur orang Malaysia, memang secara etis mungkin kurang diindahkan orang-orang kita. Namun, hal tersebut menurut saya sebenarnya bisa diatasi sendiri. Semua bergantung bagaimana para orang tua, kakak, guru, pandai-pandai menjelaskan hal tersebut. Bisa saja kita menjelaskan kepada anak-anak yang kurang mengerti bahwa lagu tersebut aslinya begini....., itu lagu dari sini...., asal daerah ini..., dsb. mungkin hal ini juga menjadi PR untuk para guru kesenian untuk lebih mengenalkan kesenian dan budaya bangsa :D. Karena ada pepatah mengatakan, bahwa ‘Jika kita kuat dan pandai, maka musuh sehebat apapun mereka tidak akan berhasil (berhasil mengganggu kita)’. Bukan berarti kata ‘musuh’ tersebut bermakna konotasi, alias hanya kiasan, dan bermakna sebenarnya hanya jika mereka terbukti memiliki niat :)

Terlepas dari masalah tersebut, justru saya merekomendasikan anak-anak untuk menyaksikan film ini, daripada terbiasa menonton film yang tidak ada unsur pendidikannya sama sekali, karena menurut saya urusan pendidikan anak tidak ada toleransi sebab apa yang ditanamkan sejak kecil akan menuai perilaku mereka ketika remaja bahkan dewasa. Dan masalah toleransi, dunia anak-anak tetap membutuhkan hiburan, bermain, sumber imajinasi, yang nantinya akan membentuk karakter diri. Karena jika itu terlewati, bisa saja mereka akan mencarinya di usia yang tak lagi anak-anak :D

Saya bukan orang psikologi, apalagi psikolog anak. Tapi saya punya adik kecil yang menjadi inspirasi bagi saya tentang dunia anak kecil, dan saya pun pernah kecil :).


3.8.14

Pengalaman Adalah Masa Lalu (yaiyalah...)

Tiba-tiba teringat pengalaman diklat Palang Merah Remaja di PMI cabang Jakarta Barat. Kisah hilangnya salah seorang teman kami dari sekian banyak teman dari sekolah lain se-Jakbar. Kebanyakan ‘dari’nya ya..pusing gak? Enggak kan? Oke lanjut....

Kisah misterius itu berawal dari kegiatan jurit malam yang biasa dilakukan seperti saat masa-masa orientasi atau perkenalan. Karena ini kegiatan Palang merah, jadi jurit malam yang dilakukan berupa simulasi pertolongan pertama korban bencana. Tak tanggung-tanggung, lokasi kejadian bencana yang dilakukan berjarak kurang lebih 2 km dari start atau kantor PMI Jakbar tempat kita bermalam. Hah!? 2 km jauh??1 nggak sih..., tapi kalau dari start kita harus bangun tengah malam sambil lari-lari dan kemudian angkat-angkat tandu yang isinya orang ya lumayan juga kan :p

Intermezo...,

Ada cerita saat mau angkat tandu beserta korbannya, salah satu relawan protes kepada salah seorang pelatih “kak, korbannya nggak boleh ganti ya, ini sih badannya kebesaran, berattt.” Lalu dijawab pelatih sambil sedikit (pura-pura) marah “memangnya kamu kalau sudah jadi relawan beneran nanti ada bencana gini mau pilih-pilih korban?!!” xD

Lanjut cerita hilangnya seorang kawan saya itu :D
Saat kami sedang sibuk-sibuknya mengurus korban bencana (simulasi), dengan mata yang sangat ngantuk dan badan yang lelah sangat, sampai nggak sadar kalau teman kita ada yang nggak ikutan simulasi ini. Kita semua bingung karena menurut kabar semua pelatih dan anak-anak pelatihan dikerahkan ke lokasi simulasi bencana.

Setelah semua korban di bawa ke kantor PMI dan seluruh relawan (anak-anak pelatihan) kembali ke kantor, salah seorang pelatih kami terlihat sibuk dan ketakutan karena satu anak didiknya yang bernama Nana tidak ada bersama kami. Hilang!!!

Seluruh pelatih, bahkan ketua pelaksana acara ini ikut mencari. Ada yang kembali ke tempat simulasi bencana, menelusuri jalan yang dilalui para relawan, hingga ke sudut-sudut ruangan di kantor PMI. Namun, Nana tak juga ditemukan. Malam-malam begitu anak itu buat kami bingung, takut.

Perlu diketahui bahwa Nana ini juga kawan satu sekolah saya. Karakternya yang kalem, introvert, dan suka menyendiri membuat saya awalnya tidak begitu heran dengan kejadian ini. Tapi berhubung sampai ke sudut-sudut ruangan saja tidak ditemukan, saya nggak bisa lagi mengira-ngira kemana perginya si Nana anak yang suka menyendiri itu.

Semua pelatih terlihat kehabisan ide untuk mencari si Nana. Semua pelatih-pelatih kami di PMI dijejer di teras kantor menghadap ke halaman oleh ketua panitia, bisa dikatakan dialah pelatih yang paling senior.
Dihadapan kami, para pelatih dimarahi dan dibentak oleh seniornya. Satu-satu ditanya sambil membentak di mana Nana, kenapa bisa lepas dari pengawasan, kenapa tidak ada yang memperhatikan hingga bisa hilang anak itu.

Kami yang menyaksikan mereka dari halaman kantor sambil duduk berbaris merasa kasihan, takut, dan mencemaskan Nana.
Bukan itu saja, bahkan kami menyaksikan beberapa dari mereka ditampar dengan kuat sambil dibentak-bentak, oh God kasihan mereka T__T
Kami semakin ketakutan, karena selepas acara simulasi kami hanya disuguhi kejadian menyedihkan ini, apakah nggak ada agenda lain..? seolah-olah agenda lain yang seharusnya kami lakukan ter-cancel akibat kejadian ini, sampai menjelang subuh.

Karena akan tiba waktu subuh, maka semua kegiatan dipending. Suasana agak santai, tapi tetap tegang, yang pada akhirnya nggak jadi santai :D
Kami tetap menjalani agenda acara sesuai aturan. Hingga pagi dan matahari semakin menampakkan diri, Nana pun tak kunjung ditemukan.
Bahkan hingga acara selesai sampai penutupan Nana tak juga muncul. Pencarian pun tak dilanjutkan. Aneh!!!
Kemana anak mungil itu?!
Pergi sendiri kah? Atau ada yang bawa kah?
Kalau pergi sendiri, apa motifnya?
-------------
Saat kami bersiap-siap untuk pulang, berkemas dan ngobrol di halaman kantor, tiba-tiba Nana datang menghampiri kami +,+
Kita semua histeris, bukan hanya teman satu sekolah, tapi teman-teman dari sekolah lain juga ikut histeris melihat Nana yang tiba-tiba datang. Kalau nggak salah ingat waktu itu Nana muncul dari warung makan dekat gerbang kantor PMI.
“sudah susah dicari, datang dengan wajah polos tanpa merasa bersalah pulak” teman-teman mendumal kepada Nana. Dan dia hanya menjawab “nggak tau Nana bingung”

Ternyata, cerita punya cerita, setelah Nana menceritakan semua kejadian yang dia sendiri tidak sadari, serta pengakuan beberapa pelatih kami, kejadian yang membuat mata ngantuk nggak jadi ngantuk dan perut lapar jadi semakin lapar itu ternyata hanya skenario belaka.
Bentakan, celaan, dan tamparan senior pelatih PMI kami hanya sandiwara yang sebelumnya sudah direncanakan oleh mereka.

Lalu.., penasaran dengan cerita Nana yang menghilang sampai nggak bisa ditemukan itu, di manakah dia disembunyikan..? :o
Ternyata Nana disembunyikan oleh bapak senior tadi di ruang kerja pribadinya, sampai dikunci dari luar. Kasihan Nana, sampai ngompol di ruang kerja Bapak senior katanya karena nggak boleh keluar sampai pagi xD
---------------
Semenjak kejadian yang cukup menyebalkan itu, saya mulai nggak percaya lagi dengan kejadian-kejadian aneh yang terjadi saat penggojlokan mental. Semenjak kejadian itu, saya nggak bisa lagi menikmati kecemasan saat kejadian aneh datang di acara-acara semacam pelantikan, nggak bisa lagi ikut khawatir dan histeris bersama teman-teman yang menikmati suatu kejadian tertentu, karena di pikiran saya sudah tertanam bahwa kejadian aneh di waktu yang strategis 90% adalah sandiwara alias dibuat-buat pihak panitia.
Secara tidak langsung, saya berterimakasih kepada semuanya yang telah secara tidak langsung pula memberikan pengalaman sekaligus pelajaran :D
Karena tanpa ikut mengalami kejadian aneh di masa lalu, saya tidak bisa memperkirakan kejadian aneh di masa selanjutnya :D hihihi......

Cerita pengalaman diklat PMR tingkat Kodya Jakarta Barat, di PMI Jakbar, thn 2002
Bersama 11 kawan MTs N 12 Jakbar, dan beberapa sekolah tingkat SMP se-Jakbar



30.9.13

Kita, termasuk manusia magabut atau tidak ??



Orang yang bekerja memang sudah sepatutnya mendapatkan imbalan, yang biasanya disebut gaji, atau upah. Mereka digaji sesuai level skill dan yang paling sering adalah sesuai dengan gelar atau tingkat pendidikan, karena hal tersebut mempengaruhi jabatan/posisi/peran orang tsb.

Untuk mengerjakan seluruh tugasnya, sang pegawai tentu akan diberikan job description atau biasa disingkat ‘jobdes’, yang akan menjelaskan tentang tugas dan kewajibannya terhadap perusahaan tempat mereka mengabdi. Dan si bos ataupun divisi lain akan menentukan gaji yang pantas diterima oleh sang pegawai. 

Contohnya, jika ia seorang lulusan sarjana pendidikan, dan mengabdikan diri menjadi seorang guru di sekolah menengah atas serta mengajar untuk beberapa mata pelajaran, maka gaji yang ia terima mungkin tidak akan sama dengan seorang guru menengah pertama yang hanya mengajar satu mata pelajaran.

Lalu contoh lain, seorang sarjana kedokteran, yang mengabdikan dirinya pada sebuah rumah sakit saja, pendapatannya akan berbeda dengan seorang dokter yang bekerja di sebuah rumah sakit sekaligus membuka praktik sendiri maupun usaha di bidang kesehatan lainnya.
Dan masih banyak contoh lainnya dlm berbagai bidang. Itu semua merupakan contoh bekerja untuk manusia. Bagaimana dengan bekerja untuk Allah ??

Kalimat ‘bekerja untuk Allah’, sebelum menuangkannya dalam tulisan ini, saya berpikir bahwa kalimat tersebut hanya sebatas bekerja dengan mengharapkan keridho’an Allah, yaitu bekerja dengan pekerjaan yang baik lagi halal.

Selepas dhuha dan saat membaca alma’tsurat, sambil berusaha memahami maknanya juga introspeksi diri, terpikir oleh saya ‘ya Allah..., alangkah kurang bergunanya saya, karena keseharian saya hanya sebatas ini-ini saja, hanya menunggu usainya penelitian, olah data juga sudah dicicil jadi skrg begini2 aja, ke kampus hanya sekedar tengok ini itu terus balik ke kos, makan, tidur, dan nggak ada hal lain yang lebih berarti untuk dilakukan, bahkan saya malu dengan orang-orang sekitar kosan yang memperhatikan saya kok matahari belum naik sudah balik ke kosan’. 

Dan setelah itu pun saya juga berpikir,’ kenapa yang saya pikirkan hanya sebatas urusan dunia saja, yang saya keluhkan hanya sebatas aktifitas duniawi. Bukankah saat ini pun saya sedang menjalankan aktifitas..., sholat dhuha, membaca al-ma’tsurat, sholat wajib bisa sering tepat waktu,, bahkan aktifitas ini merupakan kegiatan yang sangat berarti.’ (semoga tanpa sadar aktifitas ini merupakan wujud dari rasa syukur, aamiin).

Ya...., di saat orang-orang sibuk menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai seorang mahasiswa, pekerja dll. Saya pun menjalankan tugas dan peran saya sebagai ‘makhluk’. 

Sekarang saya jadi lebih mengerti makna ‘bekerja untuk Allah’, tidak hanya sekadar menjalankan pekerjaan dengan baik dan mengharapka ridho Allah, tetapi juga ibadah kita, amal sholih, sikap sabar dan syukur juga merupakan jobdes kita dalam menjalankan tugas dan peran sebagai hamba. 

Jika seorang atasan di tempat kerja bisa memberikan upah kepada kita setelah kita bekerja, maka Allah memberikannya selagi atau bahkan sebelum kita bekerja, bahkan saat kita lalai pun kita tetap bisa merasakan karunia dariNya :’). Jika seorang atasan memberikan kita imbalan berupa uang atau barang berharga lainnya, maka Allah lah pemilik rezeki tersebut, bahkan atasan dan pekerjaan yang kita jalankan bisa dibilang  adalah perantara. Selain itu Allah memberikan imbalan kepada kita berupa kecerdasan (akal), kesehatan, udara, kekuatan, keseimbangan fisik, rasa berani dan pantang menyerah, dan banyak lagi.

Bisa dibayangkan, betapa Maha Agung-Nya, Bos semesta alam ini telah melimpahkan banyak nikmat dan karunia sementara kita tidak memahami tugas dan peran kita. Terlalu banyak kita melalaikan perintah dan larangan yang sudah dijelaskan dengan amat terang.

Kalau dalam sebuah perusahaan, mungkin kita sudah dimarah-marahi atau dimaki-maki atasan, atau mendapatkan SP (surat peringatan), atau bahkan terancam PHK alias ‘pecat’. Bagaimana tidak, kita hanya ‘magabut’ alias makan gaji buta. Lalu...., bagaimana jika kita ‘magabut’ peberian dari Allah ??!


26.1.13

Malam Mingguan


Bismillahirrohmanirrohim......

Engkau yang Maha  Kuasa, Pemilik seluruh alam, Pemilik diri ini, Hanya kepadaMu ku berserah diri
Tiada daya dan upaya melainkan atas pertolonganMu

Engkau yang Maha Kuat, ku memohon dikuatkan imanku, dikuatkan hatiku, istiqomahkan ketaatanku, dan bimbinglah langkah hidupku

Wahai Pemelihara langit, bumi, dan seisinya..., aku berlindung kepadaMu, dari bisikan syaitan, dari kenikmatan dunia yang dapat melalaikan, dari keburukan sifat manusia, dari murkaMu, dari fitnah kubur, dan dari siksa apa neraka

Ya robbii ya ilahii....
Tetapkanlah hatiku untuk bergantung hanya kepadaMu
Tumbuhkanlah...dan suburkanlah cinta di hatiku untukMu
Karena ku sadar......, Engkau menciptakanku tak lain adalah untuk beribadah kepadaMu, bersujud kepadaMu, bergantung hanya kepadaMu

Sadarkanlah diriku selalu, bahwa tujuan hidup ini tak lain adalah Engkau
Engkau yang menciptakanku, Kau yang menggenggam hidupku, Kau yang menentukan takdirku, Kau maha Tahu sedang aku tidak tahu, Kau yang Maha Tahu yang nyata dan yang tersembunyi, Kau yang Tahu yang terbaik untukku

Jika suatu kali...hajatku tak Kau perkenankan ..., Jika keinginanku dalam sesuatu hal tidak baik adanya bagi agamaku, bagi kehidupanku, dan bagi masa depanku. Maka jauhkanlah aku dari padanya, jauhkanlah hal itu dariku, serta tunjukkanlah aku kepada sesuatu yang lebih baik bagiku....dan buatlah aku ridho terhadapnya,.... anugerahkanlah kepadaku yang terbaik bagi akhirat dan duniaku

Ku serahkan segala urusanku hanya kepadaMu......
Karena ku sadar, bahwa semua yang ku inginkan, segala yang ku harapkan, semua yang ingin ku raih, adalah milikMu jua..... semua itu akan kembali kepadaMu, apa yang ku impikan akan kembali kepadaMu jua, selainMu akan mati, akan hilang tanpa arti

Maka...., sepatutnya, Engkau lah pemilik hati ini, milikMu lah cinta sejati, bukan kecenderungan duniawi..........


23.11.12

Tukang Cukur dan Eksistensi Allah

By: Apple

Si tukang cukur bilang, "Saya tidak percaya Allah itu ada."

"Kenapa kamu berkata begitu?" timpal si customer.

"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan... Untuk
menyadari bahwa Allah itu tidak ada.

Katakan kepadaku, jika Allah itu ada,

Adakah yang sakit?
Adakah anak terlantar?
Jika Allah ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.
Saya tidak dapat membayangkan Allah Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.

Si customer diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si customer pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar, gimbal, kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si customer balik ke tempat tukang cukur dan berkata, "Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."

Si tukang cukur tidak terima, "Kamu kok bisa bilang begitu?"
"Saya di sini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"

"Tidak!" elak si customer.
"Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang
dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana", si customer menambahkan.

"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!" Sanggah si tukang cukur.
"Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa
mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.

"Cocok!" kata si customer menyetujui. "Itulah point utama-nya! Sama dengan Allah, ALLAH ITU JUGA ADA! Tapi apa yang terjadi... Orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-Nya, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA.

23.10.12

SOCIOPRENEURSHIP: BERANI SUKSES BERANI BEDA




20 Oktober 2012, bertepatan dengan ulang tahun bapak Dahlan Iskan sebagai meteri BUMN RI, beliau mengisi seminar ‘Sociopreneurship’ dengan tema sesuai judul tulisan ini, yang diadakan di gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya.

Seminar yang diisi oleh hanya bapak Dahlan seorang, dan dengan HTM 0 rupiah ini mengundang para mahasiswa/siswi UB untuk berebut mendaftar pada H-5 demi mengikuti acara ini.

Sekitar pukul 07.45, saat MC ngocah-ngoceh bla bla bla... untuk sedikit menghibur para peserta dan mengisi kekosongan karena mungkin mereka pikir biasanya orang besar dan sibuk seperti beliau akan datang sesuai jam Indonesia, alias ngaret.

..................... (sambutan MC gak perlu dibahas deh ya.... :D)

Dan ternyata, kali ini kita harus bilang WOW, karena tepat pukul 07.58 pak Dahlan sudah terlihat di pintu ruang seminar. Begitu luwes, sederhana, energetic, supel, dan bersemangat, itulah citra positif yang terpancar dari jiwa beliau yang memantul ke retina mata-mata yang menyaksikan.

Tidak banyak sambutan yang disampaikan dari pihak kampus, pak Dahlan lalu membuka pembicaraannya yang diawali dengan kisah penyakit hati yang dideritanya., tidak ada keluhan dan tak pula tergambar kesedihan yang berarti dari wajahnya. Ia kemudian berpesan dan sedikit berorasi kepada kami para mahasiswa/i untuk terus berjuang dan tak gentar dalam meraih cita-cita. Terlebih lagi kita generasi muda yang masih mampu mengobarkan semangat untuk selalu bangkit jika sewaktu-waktu memang harus terjatuh.

Tidak banyak yang disampaikan beliau, karena menurutnya “anak muda itu tidak suka dinasihati, mereka tidak senang pidato, hal seperti itu kurang efektif untuk merubah mereka, dan cara yang paling baik bagi mereka adalah kerja, melakukannya, karena mereka butuh contoh.”

Lalu beliau meminta para peserta langsung mengajukan pertanyaan saja untuk beberapa orang penanya.

Pertanyaan pertama diajukan oleh mhsw FP (Fakultas Pertanian), “Bagaimana strategi pemerintah untuk memajukan pertanian Indonesia, khususnya di bidang pangan, seperti negara Jepang, AS, dan Thailand?”

“memasukkan rancangan kerja BUMN bidang pertanian ke dalam ketahanan pangan. Seperti membantu para petani padi dalam hal benih maupun pupuk. Mereka (petani) membutuhkan pinjaman untuk membeli bahan baku produksi seperti benih dan pupuk. Produksi mereka rendah disebabkan karena benih yang digunakan mungkin belum benar (tidak bersertifikat) atau pemakaian pupuk yang masih kurang dari kebutuhan tanamannya, dan lain sebagainya. Pinjaman dana yang akan diberikan tersebut dapat dibayar setelah mereka panen.” Papar beliau.

Satu pengalaman yang diceritakan pak Dahlan saat beliau berkunjung ke sebuah perusahaan gula di daerah Jawa Timur, yang membuatnya agak prihatin dan merasa sedikit aneh, karena perusahaan tersebut semua atasannya, manajernya, sudah senior alias sepuh semua. Dan kemudian setelah beliau menanyakan hal tersebut kepada pihak perusahaan alasannya ternyata memang sudah peraturan perusahaan bahwa naik jab`tan itu seperti ‘naik tangga’. Beliau kurang mengindahkan kebiasaan seperti itu, karena baginya ‘hanya anak muda yang bisa membawa kemajuan’ (melihat perusahaan tersebut hidup tanpa perkembangan).

Lalu pertanyaan kedua yang datang dari FMIPA, jurusan Biologi, bertanya tentang peran pemerintah dalam kegiatan pengembangan penelitian, seperti dalam rekayasa genetik. Karena karakternya yang cukup humorous, beliau malah menjawabnya dengan guyonan, “saya pengen, bisa nggak anak biologi merekayasa gen hewan, babi, yang rasanya menjadi tidak seperti babi, sehingga namanya bukan lagi babi, biar bisa halal dikonsumsi.” :D

Lalu, ketika mhsw FISIP bertanya tentang kapan sebaiknya seseorang memulai bisnis dan langkah apa saja yang harus dilakukan agar cepat mencapai kesuksesan. Jawaban yang diberikan pak Dahlan cukup simple, “untuk memulai bisnis lebih baik dimulai sejak masih muda, karena jika masih muda apabila mengalami jatuh maka akan lebih cepat bangkit kembali, masih bersemangat, karena memang harapannya masih panjang. Dan jika ingin mencapai sukses dengan segera yaa lakukan segera, atau bekerja segera, atau nikahi anaknya pak Chaerul Tanjung :D”. :D :D :D

Beliau mengutarakan prinsipnya, bahwa meskipun negara ini tidak mau maju, maka akan terpaksa maju, karena penduduknya yang 136 juta jiwa ini telah maju dan pasti akan menuntut untuk maju, atau berpikir untuk maju.


.....Dan masih beberapa pertanyaan para peserta lainnya yang diajukan kepada pak Dahlan----


Di sisa-sisa pembicaraannya pada seminar yang berlangsung hanya selama satu jam ini, beliau berpesan “kita harus merasakan dunia /bumi ini harus lengkap, bukan sempurna., seperti ada yang baik-jahat, ada yang kaya-miskin, dan segala manusia dengan profesi masing-masing. Kita harus mensyukuri apa yang telah ada, serta bertawakal kepada Allah.” 

25.9.12

Bromo


lautan pasir

lorong-lorong kaki gunung




menuju puncak
naaahhh....ini puncaknya :)




24.9.12

24 September



........SELAMAT HARI TANI NASIONAL YANG KE-52.........

Seperti pada umumnya, memperingati hari penting itu selalu ada pengharapan, cita-cita, doa, dsb.  Peresmian Undang-undang pokok agraria pada tahun 1960 di jadikan sebagai Hari Tani Nasional bagi Indonesia. Dari tahun ke tahun hari penting ini selalu diperingati dengan aksi demonstrasi para petani untuk membela haknya sebagai produsen utama bahan pangan. 

Protes petani yang meminta agar pemerintah menghentikan impor bahan pokok tak dienyahkan. Memang merupakan situasi yang dilematis, karena produksi dalam negeri yang dianggap belum memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.
-----------------------------------------

Nggak kebayang jika kesejahteraan petani terlupakan, yang mengakibatkan terjadinya transmigrasi, petani di desa hijrah ke kota demi  mendapatkan pekerjaan yang dianggap lebih layak, dan tentunya lebih menyejahterakan, padahal belum tentu. 

Sudah banyak lahan-lahan perkebunan yang jadi korban investor-investor asing untuk dimanfaatkan kepentingan negara mereka sendiri, contohnya seperti perkebunan kelapa sawit. 

Tanah....tanah kita, wilayah...wilayah kita, pekerjanya sebagian besar dari kita, plasma nutfahnya jg mungkin dari kita,, tapi sayangnya orang Indonesia hanya dijadikan kuli, yaa meskipun bernilai baik karena terbukanya lapangan pekerjaan. 

Saya selalu geregetan jika mmembahas masalah pertanian, apalagi yang berhubungan dengan pangan, perkebunan. 

Temen-temen semua pasti tau kalau tempe yang menjadi icon makanan orang Indonesia kebanyakan berasal dari kedelai impor, kita mengimpor kedelai paling banyak dari Ameria Serikat. Akibat ketergantunga impor, sekitar tahun 2007/2008, negara kita nyaris kehabisan stok kedelai, so, harga tampe jadi melambung, kenapa bisa naik?? Dari info yang saya dapat hal itu terjadi  karena negara importir tersebut mengalihfungsikan lahan produksi kedelai menjadi lahan produksi jagung. Alasan mereka, karena jagung disinyalir menjadi sumber bioethanol, bahan baku yang menjanjikan sebagai pengganti bahan bakar (bahan bakar alternatif). 

Banyak juga spesies jenis tanaman tertentu yang diambil dan dibawa oleh penduduk negara lain, kemudian dikembangkan di sana, dan hasilnya dijual sebagai produk baru, dijualnya pun di negara kita juga. Selain itu, ada pula yang melirik komoditas ini dan itu yang telah diketahui manfaat dan pengembangannya, so, mereka berani menanam saham sepenuhnya untuk memproduksi, hasilnya dibawa untuk kebutuhan negeri mereka.

Dan masih banyak lagi contoh-contoh kasus perdata menyangkut masalah dunia pertanian hulu hingga hilir. Sangat wajar jika para petani selalu melakukan aksi protes, demo, kepada pihak pemerintah karena meskipun petani yang mengerjakan tetap pemerintahlah yang memiliki kekuasaan. 

Lagi-lagi hanya bisa berharap, Semoga Indonesia bisa segera MERDEKA dari ketergantungan impor dan penguasaan pihak ketiga, mampu mewujudkan bangsa yang MANDIRI dan mencapai kesejahteraan masyarakat desa.